Kamis, 15 Juni 2017

My Korean Trip - Prolog


Going to Korea was my dream from a long time ago...

Dengan kesukaanku sama drama Korea, bisa ditebak kan alasan-alasan aku pengen ke Korea? Sebagian besar sama lah dengan para K-Drama lovers yang lain ^^
Pengen liat lokasi syuting drama..
Pengen nyoba makanan Korea..
Pengen nyobain pake Hanbok..
Pengen ketemu artis Korea..
Pengen dengerin orang-orang di sekitar ngomong bahasa Korea..
Pengen foto-foto eksis..
Bahkan pengen menghirup udara yang sama ama Bo Gum and Lee Dong Wook hahaha..

This year, God make it Happened! Thanks God for this chance..

I want to share not-so-short story cerita di Korea pada tanggal 1-6 April kemaren. I hope this share will help you know more about trip to Korea or bisa juga ini cuma bacaan untuk mengisi waktu luang :D 

Let's get start it...

Senin, 12 Juni 2017

Review Buku : The Silkworm by Robert Galbraith

Pengarang: Robert Galbraith
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Mystery, Thriller, Detective
Negara: London, England (United Kingdom)
Pages: 540 pages

Rating : 4/5

Sinopsis dari Cover Belakang:

Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari —seperti yang sering dia lakukan sebelumnya lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak. Yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

“You can’t plot murder like a novel. There are always loose ends in real life.”
 

Selasa, 09 Mei 2017

Aku Padamu Pak Ahok!


Hari ini Indonesia harus mengakui pada dunia, betapa lemahnya keadilan dan penegakan hukum yang seadil-adilnya untuk rakyat. Bahwa Indonesia masih lebih memilih suara mayoritas dibanding hukum yang seadil-adilnya. Bahwa hukum ternyata masih berpihak pada kepentingan SARA maupun golongan. Bahwa patung dewi keadilan yang matanya tertutup dan memegang timbangan untuk tidak melihat pelaku dan benar-benar mendengarkan kesaksian dua belah pihak ternyata hanya jadi hiasan ruangan semata —bukan simbol keadilan dan kejujuran.


Hari ini Pak Ahok resmi divonis hukuman 2 tahun penjara atas tuduhan penistaan agama.

Hari ini aku berduka dan bersedih luar biasa untuk seorang politikus —yang aku ga pernah kenal secara pribadi, boro-boro mau kenal..ketemu aja ga pernah! Tapi semenjak mendengar sepak terjang beliau melalui TV, bagaimana beliau bekerja keras membantu rakyat, menyelamatkan dana APBD untuk rakyat dan menegakkan keadilan untuk rakyat miskin, aku langsung jatuh hati..

Tulisan ini khusus untuk Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK, salah satu Gubernur Jakarta keturunan Chinese yang beragama Kristen.

Jumat, 21 April 2017

"It's a Very Cool Thing to be A Smart Girl"

Lately, I've been drawn in my new book : The Alpha Girl's Guide karangan Henry Manampiring.


Waktu baru masuk bagian pertama —ketika Om Piring mengulas topik pendidikan bagi perempuan, banyak hal menarik yang aku temukan. Tapi yang paling menarik dan menggelitik keinginanku buat komentar adalah ketika Om Piring membahas hal yang satu ini:

"Konon tidak ada cowok yang mau mempunyai pacar dan istri yang terlalu pintar"

Wah ini! Beberapa bulan terakhir ini, aku memang sedang menggumulkan persoalan ini. Tapi sampai kemarin, —sebelum aku beli bukunya Om Piring, aku belum ketemu orang yang tepat untuk aku mintai pendapat, en then voila.. the topic is out! Aku luar biasa happy ketika topik ini ikutan dibahas dan disanggah oleh Om Piring di dalam bukunya. Senengnya bukan main deh sama jawaban Om Piring tentang topik ini, beliau menjawab:

"Nggak ada yang lebih bego dari mementingkan cowok di atas pendidikanmu. Ilmu tidak akan selingkuh atau minta putus. Ilmu tidak akan minta kawin lagi, atau minta cerai. Ilmu akan selalu ikut kamu"

Selasa, 14 Maret 2017

Korean Drama : The Legend Of The Blue Sea


Drama Profile

Working Title: The Legend of The Blue Sea < 푸른 바다의 전설 >

Genre: romance, fantasy, comedy

Director: Jin Hyeok [Doctor Stranger, The Master's Sun, City Hunter, Shining Inheritance]

Writer: Park Ji Eun [The Producers, My Love From The Star, My Husband Got Family]

Episodes: 20 (tentative)

Network: SBS

Production: Culture Depot

Airing date: 16 November 2016 - 19 January 2017

Filming process: live shooting


Aku barusan nonton The Legend of The Blue Sea

Ya ga barusan juga sih. Uda agak lama cuma baru sempat nulis review-nya sekarang hehehe. Beneran loh tahun 2016 emang "The Year with The Best Drama Productions" ever! Seriously, tahun 2016 layak di apresiasi karena drama-dramanya yang luar biasa. Kerasa banget bedanya dengan tahun 2017. Sampai bulan Maret 2017 ini aku belum menemukan drama yang bener-bener bikin kecanduan. Belum ada drama yang bikin greget sampe gimana gitu.

Oke, back to Legend Of The Blue Sea, seandainya drama ini ga main berbarengan dengan Goblin mungkin aku bisa jatuh cinta gila-gilaan sama drama ini. Aku suka banget inti cerita drama ini. Walaupun sama ngayal-nya kaya Goblin, but overall this drama is good ^^



The Legend of The Blue Sea mengisahkan pasangan yang sangat unik yaitu manusia dan mermaid. Fantasi banget ya hahaha, tapi dikemas dengan cantik dan indah. Ga kalah dengan Goblin, cinematography drama ini juga cantik —walaupun belum bisa mengalahkan Goblin sih.

Jumat, 03 Maret 2017

Review Buku : Antalogi Rasa By Ika Natassa

Pengarang: Ika Natassa
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Romance
Negara: Indonesia
Pages: 344 pages
Rating : 4/5

Sinopsis dari Cover Belakang:

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

K e a r a

Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.


MY REVIEW:

So here I am... stuck between dream and reality. Again. Tebak karena apa? Apalagi kalo bukan side effect dari tokoh pria yang cuma ada di novel Ika Natassa. Again. Hahahaha. Damn! Kaya Ale itu belum cukup dan sekarang aku harus ketemu Harris! My God!!

Selasa, 28 Februari 2017

Korean Drama : Goblin


Tahun 2016 adalah tahun keemasan untuk pecinta drama Korea. Sepanjang tahun, drama-drama bagus berhamburan di depan mata. Sebut aja judul-judul seperti Descendants of The Sun, Signal, Lucky Romance, Another Oh Hae YoungMoonlight Drawn By Clouds, Scarlet Heoryeo W, dll. Untuk menutup tahun 2016 dengan spektakuler, ada empat drama super bagus yang tayang hampir bersamaan, mereka adalah: The Legend of The Blue Sea, Romantic Doctor, Weightlifting Fairy Kim Bok Joo, dan Goblin. Empat drama tadi menutup tahun 2016 dengan sangat sempurna. Bisa dibilang empat drama itu termasuk jajaran drama terbaik 2016.


Favoritku dari keempat drama tadi jatuh pada Goblin: The Great and Lonely God. Bisa dibilang Goblin adalah Best Drama of the Year for 2016. Bahkan sebelum kemunculan perdananya di TvN, semua orang sudah ribut membahas —bahkan menunggu-nunggu drama baru garapan Kim Eun Sook ini. Terutama setelah kepopuleran Descendants of The Sun yang mendunia, apakah Goblin juga akan meraih kepopuleran serupa?

Kenyataannya Goblin JAUH LEBIH POPULER dibanding DOTS. Semua hal yang berhubungan dengan Goblin patut diacungi jempol. 

Kalau diajak ngomong tentang Goblin, mungkin aku bisa nyerocos panjang-lebar dan ga bisa berhenti saking suka-nya. Ternyata gak aku aja loh yang kaya gini, banyak dari teman-temanku juga mengalami gejala yang sama setelah nonton Goblin. Kami semua susah move on dan jadi males mau liat drama yang lain —luar biasa gak sih! The Power of Dokkaebi! hahahaha. Jadi buat yang belum nonton Goblin, I give you 5 reason to watch Goblin:



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...