Selasa, 01 Desember 2015

Korean Drama : She Was Pretty

Kalau di drama Korea kita ngeliat tokoh utamanya dari jelek trus jadi cantik, itu sudah biasa. Banyaaakkkk banget drama Korea yang begitu. 
Dari gemuk jadi langsing. 
Dari jelek jadi cantik. 
Dengan perubahan yang ga tanggung-tanggung dasyatnya. Kita serasa liat orang lain waktu penampilan mereka mendadak berubah ―biasanya emang pemerannya diganti! Tapi gimana kalau keadaan itu dibalik? 
Dari yang dulunya cantik trus jadi jelek?! 
Belum lagi, dia (si jelek) lah tokoh utama dalam drama??!!
Kayanya ini hal yang jarang ditemukan di drama Korea. Karena alasan inilah aku jadi penasaran abis dengan She Was Pretty, drama Korea yang sedang aku tonton sekarang!


(Note: Alasan lainnya yang membuatku penasaran banget sama drama ini adalah testimoni dari Jimmy yang segitu suka-nya dengan drama ini dan membicarakannya dengan semangat layalnya perempuan pecinta drama korea pada umumnya. Gimana aku jadi ga amazed dan penasaran banget coba?)


KOREAN DRAMA : SHE WAS PRETTY

I know I was late. Drama ini kutonton saat demam-nya sudah mereda. Kebanyakan dari teman-temanku sudah heboh duluan sama drama ini bahkan sebelum aku tertarik untuk nonton ini. Awalnya aku lebih tertarik dengan Yong Pal yang dimainkan oleh Kim Joo Won dan Kim Tae Hee. Drama itu kayanya heboh banget di Korea dan dipuji dalam segala aspek. Dari hal ga penting seperti make-up nya Kim Tae Hee selama main drama itu sampai rating dari netizen yang awesome. Sudah lama sekali drama Korea tidak mencapai rating setinggi itu. Wow banget kan? Dengan begitu banyak sajung puji untuk Yong Pal, maka She Was Pretty hanya informasi sambil lalu di telingaku. Ga peduli betapa lucu atau seru-nya teman-temanku berkomentar, aku merasa Yong Pal-lah yang harus disimak lebih dulu. Sayangnya, setelah mengikuti Yong Pal sampai episode 7, aku menyerah. LOL! Ceritanya memang bagus dan seru sekali ―belum tegang-nya, tapi semua ketegangan dan alur yang naik dan turun dari Yong pal bikin aku lelah. Lelah karena aku harus bertanya-tanya dan menunggu keseruan selanjutnya. Tanpa joke yang menghibur sama sekali. Akhirnya dengan tujuan untuk menghibur suasana hati di kantor yang cukup muram, aku mencoba nonton She Was Pretty, dan aku ketagihan. Hingga saat ini aku ga bisa berhenti! It's too awesome!

Kamis, 26 November 2015

Book Review: The 5th Wave by Rick Yancey

Book Review

Author: Rick Yancey
Originally Published: 2013
Genre: Science Fiction
Followed By : The Infinite Sea
Country: United State of America
Rating : 4.5/5

Sinopsis dari Cover Belakang:


Setelah Gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa.
Setelah Gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos.
Dan setelah Gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan.
Setelah Gelombang 4, hanya ada satu peraturan: JANGAN PERCAYA PADA SIAPA PUN.

Alien menyerbu Bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang. Cassie berhasil bertahan sejauh ini. Menurutnya, untuk tetap hidup, ia harus sendirian. Sampai ia bertemu Evan Walker. Cowok misterius itu mungkin satu-satunya harapan Cassie untuk menyelamatkan adiknya—atau bahkan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, Cassie harus memilih antara percaya atau putus asa, melawan atau menyerah, hidup atau mati. 


MY REVIEW:

“If aliens ever visit us, I think the outcome would be much as when Christopher Columbus first landed in America, which didn’t turn out very well for the Native Americans.” Stephen Hawking

Senin, 23 November 2015

Movie Adaption Review : The Hunger Games Mocking Jay Part 2


Movie Adaption of The Hunger Games: Mockingjay part 2


Film Mockingjay Part 2 sudah keluar di bisokop... Super yeay! I've been waiting this movie for so long!
Setelah bertahun-tahun mengikuti film The Hunger Games kemudian baca lengkap semua buku-nya dan setiap tahun selalu menunggu versi film-nya masuk di bioskop, akhirnya tayang juga film terakhir dari seri lengkap The Hunger Games trilogy, Mockingjay part 2! Setelah dengan baik hati dibeliin tiket via mtix supaya ga ketinggalan film ini, aku sudah selesai nonton Mockingjay hari Jumat tgl 20 November di studio IMAX TP 5 Surabaya. Let's get start to review it!

Senin, 02 November 2015

Karna Pribadi-Mu

"Kupuji Kau karna pribadiMuTiada Tuhan lain yang seperti Engkau"


Sedari kemarin aku sangat terberkati dengan lagu ―super lama yang dinyanyikan ce Mira di gereja.
Sejak pertama denger alunan lagu-nya aku langsung mengenali nada dan lagu ini. Aku ―saat itu, memang ga tau siapa nama penyanyi asli-nya ataupun apa judul lagu-nya, tapi lagu ini benar-benar ga asing lagi di telingaku. Kapan pertama kali aku dengar lagu ini dan dimana, aku lupa total! Yang aku tau lagu ini sudah lamaaa sekali aku dengar dan termasuk lagu lama yang memorable. Menurut temanku sih lagu ini punya alunan musik layaknya tembang Jawa. Well, mungkin juga. Tapi buatku lagu ini lebih enak dibanding tembang Jawa hehehehehe... (karena emang saya ga begitu nge-fans dengan tembang Jawa)

KARNA PRIBADI-MU


Kau berfirman dan semuanya pun tlah terjadi
Kau ciptakan cakrawala penuhi angkasa
Kau tempatkan manusia di dalam tamanMu
Mreka jatuh namun Kau brikan belas kasihanMu

Tuhan kukagumi perbuatanMu yang besar
Namun lebih dari semua ini

Kupuji Kau karna pribadiMu
Tiada Tuhan lain yang seperti Engkau
Dan kusembah Kau karna pribadiMu
Itu sebabnya kunaikkan pujianku
Karna pribadiMu

Kau genapi janjiMu melalui perawan Maria
Yesus nyatakan isi hatiMu pada kami
KasihMu Kau tunjukkan melalui pengorbananNya
Dalam kekelaman Dia mati dan dikuburkan

Tuhan kukagumi perbuatanMua yang besar
Namun lebih dari semua ini

Kupuji Kau karna pribadiMu
Tiada Tuhan lain yang seperti Engkau
Dan kusembah Kau karna pribadiMu
Itu sebabnya kunaikkan pujianku
Karna pribadiMu


Kamis, 29 Oktober 2015

Book Review: Inferno By Dan Brown

Book Review

Author: Dan Brown
Originally Published: 2013
Genre: Mystery, Conspiracy Fiction, Thriller
Preceded By : The Lost Symbol
Country: United State of America
Rating : 5/5

Sinopsis dari Cover Belakang:

Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos berkat Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatic yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis―Inferno karya Dante. Ciptaan genetis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.

Sang master, Dan Brown, sekali lagi menunjukkan kegeniusan mengolah sejarah, seni, kode, dan simbol dalam sebuah kisah yang tak terlupakan. Setelah The Da Vinci Code, Angels&Demons, dan The Lost Symbol, Inferno kembali menegaskan kejayaan Dan Brown sebagai perajut kisah luar biasa.

MY REVIEW:

"Inferno adalah dunia-bawah yang dijelaskan dalam puisi epik Dante Alighieri, The Divine Comedy, yang menggambarkan neraka sebagai jagat berstruktur rumit dihuni oleh entitas-entitas yang dikenal sebagai "arwah" ―jiwa tanpa-raga yang terperangkap di antara kehidupan dan kematian"

Prolog

Seseorang yang menyebut dirinya Sang Arwah, berlarian pontang-panting di sepanjang bantaran sungai Arno. Dia dikejar-kejar oleh segerombol orang dan diminta untuk mengatakan dimana dia menyembunyikan sesuatu ―yang diyakini oleh sang Arwah adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan umat manusia. Sang Arwah dengan teguh menghindar dari para pengejarnya hingga ia naik ke puncak sebuah menara di Florence. Demi menyelamatkan benda yang ia sembunyikan mati-matian, Sang Arwah melompat dari menara agar para pengejarnya tidak akan pernah menemukan benda itu sampai waktunya tiba ―dimana benda ciptaannya menyelamatkan dunia

Sabtu, 17 Oktober 2015

My Books

The Next Book Review

Due to several reasons I announced that my review will come late than I expected :(
First, Inferno is really not my type of book. I need very very very long time to finish it. Even know it's almost done but unfortunately I got eye disorders. So my family prohibit reading books and there's nothing I can do until my eyes improved..

(This is nonsense ―all those bullshit― like anyone would care hahahaha)

Intinya saya sedang jenuh tingkat dewa karena ga bisa nulis. Ini lucu hahahha. Biasa-nya aku muak dan bosan setengah mati karena harus sering meng-update blog ―yang tidak ada apa-apanya― ini dan sibuk mencari referensi untuk mendukung review yang aku tulis. Sekarang setelah berminggu-minggu aku tidak menulis review satu pun mengenai buku yang aku baca ―padahal buku-buku yang siap di review sudah menggunung di rumah― aku merasa hampa. Hidup ini tidak berarti dan kosong (ehem..aku lebay!). 

Jadi daripada rasa jenuhku ini tidak bisa terlampiaskan, maka aku menulis hal tidak penting lain untuk dibaca ―kalau ada yang baca― di blog ini: BUKU-BUKU yang akan ku-review! 

I have many books in my bookshelf. Banyak banget yang masih belum dibuka plastiknya. Rapi tersusun berdasar urutan beli. Kira-kira ada 10 buku lebih yang ada di rumah dan belum sempat aku baca sampai hari ini. Herannya meskipun hutang baca ku masih banyak tapi aku ga bisa berhenti beli buku baru. Hufftt... mungkin ini yang disebut "Rakus"

Rabu, 07 Oktober 2015

My September Playlist Songs

September's Playlist

Actually, aku belum pernah menulis hal-hal seperti mendaftar Playlist lagu ataukah mendaftar drama yang sedang aku tonton di bulan-bulan tertentu. Aku belum pernah tertarik utnuk menulis hal-hal seperti itu di blog >.< Tapi karena bulan Oktober ini aku belum menuliskan apa-apa dan sepertinya akan lama baru aku mulai menulis review lagi ―mengingat jenis novel yang sedang aku baca saat ini― jadilah aku mencoba untuk menulis hal-hal seperti Daftar Lagu yang aku dengar selama bulan September ini. And here I go...Taaarrraaaaa...

1. Let it Go - James Bay


Oke. Untuk penyanyi satu ini ijinkan aku sedikit cuap-cuap ―sebenernya mau bilang banyak karena kalau sudah nge-fans aku susah dihentikan― tentang talenta dan alasan-alasan kenapa dia menjadi nomer satu di daftar list-ku. Yah, James Bay adalah penyanyi favoritku sepanjang bulan September kemarin! (yeay!) Alasan utamanya betul-betul sederhana; James Bay punya dua lesung pipit yang manis sekali di kedua pipinya <3 Selain itu suaranya itu lohh! Ya olloh ya robi! Sungguh mempesona! Aku ga nyangka badan ceking seperti itu bisa menghasilkan suara yang serak-serak sexy dan mendesah-desah nikmat macam begitu! Gimana aku gak eargasm coba sama suaranya dia? Tapi, satu alasan lagi yang mengesahkan dia penyanyi favorit-ku untuk masa ini adalah: kita punya tanggal lahir yang sama! (4 September) Hello brother!! Aku langsung merasa kita punya ikatan batin tertentu setelah tau tanggal lahir yang entah kenapa bisa kebetulan sama ini. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...