"Hey, it's Hannah, Hannah Baker. That's right. Don't adjust your... whatever device you're listening to this on. It's me, live and in stereo. No return engagements, no encore. And this time absolutely no requests. Get a snack. Settle in. 'Cause I'm about to tell you the story of my life." - Hannah Baker
13 Reason Why adalah serial Netflix pertama-ku. Okay, I know. I'm SO late. Serial ini uda tayang sejak tanggal 31 Maret 2017 yang lalu, and aku baru aja selesai nonton di bulan... November? Yeah, not happening. Katakanlah, aku bukan kids jaman now yang selalu ikut arus dengan nontonin apa yang lagi happening di internet as soon as possible. I have my own taste —my own time. Ga peduli taste-ku mungkin ga selaras dengan jaman now atau enggak. Contohnya, di saat semua orang uda nonton Game of Thrones —dan membicarakan tentang keren-nya serial itu, aku jadi yang paling ketinggalan sendiri karena sampai detik ini aku BELUM nonton.
Demikian hal-nya dengan serial 13 Reason Why ini. Aku sejujurnya uda tertarik banget waktu si cantik Selena Gomez upload tentang serial ini di instagram pribadinya. Aku pikir dia akan ikut main atau ngisi soundtrack-nya. Ternyata dia termasuk yang kedua. Sekilas baca sinopsis-nya aku langsung suka sama premis 13 Reason Why. Apalagi setelah tahu serial ini diangkat dari novel dengan judul serupa karangan Jay Asher. I love books, and when book turn into movie or TV series, it must be good enough. So I want to try it.

















