Minggu, 12 Februari 2012

Ezer Kenegdo

Mungkin banyak yang bingung dengan judul blog ku... Ezer Kenegdo...
"Apa sih itu?"
"Bahasa apa?"
"Gak pernah denger!"

Sebenernya sama kok! hahaha. Aku juga baru tau akir-akir ini. Tepatnya setelah aku membaca sebuah buku yang membahas tentang wanita. Buku itu judulnya Captivating, 2005. Karangan John & Stasi Eldredge

(Buat yang pengen tau buku apa ini silahkan lihat DISINI hehehehehe)

Buku ini membahas semua tentang wanita, menyingkap kedalaman hati wanita dan mengungkap arti feminin dari hati wanita. Very recommended to all womans! 

Ini salah satu bagian yang paling aku suka dari buku itu yang membahas mengenai Ezer Kenegdo:

“Call it the Human Mission-to be all and do all God sent us here to do. And notice-the mission to be fruitful and conquer and hold sway is given both to Adam and to Eve. 'And God said to them...' Eve is standing right there when God gives the world over to us. She has a vital role to play; she is a partner in this great adventure. All that human beings were intended to do here on earth-all the creativity and exploration, all the battle and rescue and nurture-we were intended to do together. In fact, not only is Eve needed, but she is desperately needed. 

When God creates Eve, he calls her an ezer kenegdo. 'It is not good for the man to be alone, I shall make him [an ezer kenegdo]' (Gen. 2:18 Alter). Hebrew scholar Robert Alter, who has spent years translating the book of Genesis, says that this phrase is 'notoriously difficult to translate.' The various attempts we have in English are "helper" or "companion" or the notorious "help meet." Why are these translations so incredibly wimpy, boring, flat...disappointing? What is a help meet, anyway? What little girl dances through the house singing "One day I shall be a help meet?" Companion? A dog can be a companion. Helper? Sounds like Hamburger Helper. Alter is getting close when he translates it "sustainer beside him" 

The word ezer is used only twenty other places in the entire Old Testament. And in every other instance the person being described is God himself, when you need him to come through for you desperately.” 
― Stasi Eldredge, Captivating: Unveiling the Mystery of a Woman's Soul


Weleh, susah ya kayanya kalo inggrisan gini hehehehe.

Oke, coba aku jelasin pake bahasa Indonesia versiku sendiri ya :p

Intinya, ketika Tuhan menciptakan Hawa Ia menyebut Hawa dengan sebutan "Ezer Kenegdo". Ini dilatar belakangi dengan kata-kata Tuhan di Kejadian 2: 18, "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan (ezer kenegdo) penolong baginya" Penolong itulah yang disebut ezer kenegdo. Karena keterbatasan bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, susah menerjemahkan kata ezer yang memiliki arti lebih dalam dari sekedar 'penolong'. Sehingga tidak ada satu katapun yang mampu menerjemahkannya dengan baik, maka dipakai dua kata yang paling mendekati arti dari kata ezer, yaitu "penjaga kekuatan di sampingnya" atau "penyelamat kehidupan".




Yang luar biasa, penggunaan kata ezer di Alkitab biasanya digunakan untuk Tuhan sendiri. Dikatakan bahwa kata ini digunakan sebanyak dua puluh kali di seluruh bagian Perjanjian Lama. Dimana kasusnya dalam Alkitab adalah pada saat kita amat sangat membutuhkan kehadiranNya. Beberapa contoh ayatnya yang dikutip dalam buku "Captivating":

1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi (Mazmur 121: 1-2)
2. KIranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau! Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu (Mazmur 20: 1-2)
3. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! (Mazmur 33:20)

Sebagian besar konteks ayat-ayat tersebut adalah antara hidup dan mati. Dialah satu-satunya pengharapan yang ada. Dia lah Ezer (penolong) kita. Jika Dia tidak ada... kita mati. Kenegdo memili arti berdekatan, berseberangan, atau setara. 

Betapa luar biasanya Tuhan menyebut Hawa! Ia hampir menyetarakan Hawa dengan diriNya sendiri! Ini mengacu pada kehidupan manusia di dunia nyata. Dalam buku ini ditulis bahwa kehidupan yang Tuhan tetapkan bagi manusia bukanlah kehidupan yang aman. Kita bisa lihat dari kehidupan tokoh-tokoh besar di Alkitab seperti Yusuf, Abraham, Musa, Daud, Debora, dan Ester (I'm biggest fans of her!! >.<) di Perjanjian Lama atau Petrus Yakobus, Paulus, dan Yohanes di Perjanjian Baru. Lihat bagaimana kehidupan mereka! Tuhan memanggil kita ke dalam kehidupan yang banyak resiko dan berbahaya! Karena itu, kita semua membutuhkan Ezer (penolong)! Kita ga akan butuh Tuhan kan kalau hidup kita oke-oke saja, kalo hidup kita datar-datar saja, atau bahkan hidup kita begitu-begitu saja? Gampangan? Biasa? Ga ada yang spesial? Kita membutuhkan penolong bila hidup kita selalu berada dalam tantangan dan bahaya!

Lalu apa hubungannya dengan Hawa? Dengan perempuan?

Sebelumnya, biar aku jelaskan dulu bagaimana hati wanita. Wanita memiliki 3 kerinduan yang Tuhan taruh dalam hati mereka semenjak penciptaannya:

1. Dicintai. Wanita selalu ingin didambakan, dikejar oleh orang yang mencintainya dan menjadi prioritas bagi seseorang. 



2. Memiliki peranan tak tergantikan dalam sebuah petualangan hebat. Seorang wanita adalah juga seorang pejuang. Itulah alasan mengapa ada sesuatu yang keras di dalam hati seorang wanita. Wanita, di dalam hatinya yang terdalam, percaya bahwa mereka memiliki peranan yang penting yang harus dimainkan, mereka (kami) mempercayai bahwa ada sesuatu dalam diri mereka (kami) yang dibutuhkan dan dibutuhkan dengan sangat (penekanan dua kali karena itu memang sangat diinginkan). Wanita rindu untuk menjadi bagian tak tergantikan dari sebuah petualangan bersama.




3. Menampakkan kecantikan. Wanita ingin dilihat dan dianggap menawan. Wanita rindu memiliki kecantikan yang layak dikejar, layak diperjuangkan, dan layak ditampakkan. 


Hei, para wanita... Bukankah ketiga hal ini benar? Ketiga hal inilah yang kita rindukan dengan sangat jauh di dalam hati kita yang terdalam? Oke, mungkin beberapa orang akan menganggap: "Ahhh, ga segitunya kalee... Aku gak kaya gitu kok! Itu terlalu lebay" atau "Aku jelas-jelas bukan tipe cewek kaya gitu!" Apapun reaksi awalnya, tapi kerinduan ini selalu ada di dalam hati setiap perempuan! Entah para wanita ini mau mengakuinya apa tidak, tapi ini adalah hati mereka yang sebenarnya. Aku pun awalnya gak akan mau mengakuinya. Gak mau membahasnya juga. Itu sesuatu yang memalukan untuk diungkapkan. Terlihat begitu rapuh, lemah, dan terlalu feminin gak sih?? Sentimentil! En haus kasih sayang en perhatian banget, ckckc! Tapi, beginilah Tuhan menciptakan wanita. Sampai tua nanti, bahkan sampai kita sudah tidak bisa menyebut diri kita 'perempuan' tapi 'nenek', ketiga hal ini tidak akan berhenti. Para wanita akan selalu merindukan dan menginginkannya seumur hidupnya. Tuhan sendirilah yang meletakkan ketiga hal ini dalam hati wanita saat Ia menciptakan wanita! 



Ezer Kenegdo merupakan pembedahan dari keinginan hati wanita yang kedua, yaitu "Memiliki peranan tak tergantikan dalam sebuah petualangan hebat". Kerinduan dalam hati wanita untuk berbagi kehidupan bersama sebagai sebuah petualangan besar, berasal langsung dari hati Tuhan sendiri yang juga merindukan hal itu! Tuhan tidak ingin menjadi sebuah pilihan dalam hidup kita. Dia ingin menjadi prioritas, demikian juga wanita. Tuhan ingin kita menginginkanNya dengan sangat, amat sangat bahkan. Melalui hal ini, kita bisa melihat bahwa wanita dianugerahi dengan kesetiaan yang kuat, sebuah kemampuan untuk menderita kesukaran besar, dan sebuah visi untuk menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Jadi tidak perlu malu mengakui kedalaman hati kita sendiri. Tuhan menciptakan wanita serupa dan seturut gambarNya. Wanita ingin dicintai dan dikejar, wanita mendambakan romantisme, wanita rindu menjadi ezer bagi pria yang dicintainya, wanita ingin tampak menawan dan cantik itu untuk menunjukkan bahwa Tuhanlah yang merindukan romantisme, Tuhanlah yang rindu untuk menjadi ezer kita, dan Tuhanlah yang rindu menyingkapkan keindahan (kecantikan) sebagai sesuatu yang penting bagi kehidupan. Wanita adalah pembawa citra dari Allah yang seperti ini. Maka perempuan PASTILAH merindukan hal-hal seperti itu. It's in our blood. Itulah wanita!



That's why I love this name: Ezer kenegdo. Tuhan sendirilah yang memberi sebutan itu untuk Hawa. Untuk anak perempuanNya. Aku pun ingin menggenapi tujuan yang Dia tetapkan untuk putriNya, menjadi Ezer Kenegdo

Ini bukan mengenai kegerakan feminis perempuan. Tapi lebih kepada pengungkapan jati diri wanita yang sebenarnya. Bila setiap perempuan tau (dan pria juga perlu tau) bagaimana mereka diciptakan, dan untuk apa mereka diciptakan, maka perempuan akan menyadari seperti apa Tuhan ingin ia menjalani kehidupannya. Tuhan punya tujuan yang mulia untuk para perempuan. Ini layak untuk diketahui dan disadari oleh semua perempuan, tujuan mereka diciptakan. Aku hanya rindu apa yang kurasakan saat aku mengetahui hal ini juga dirasakan oleh perempuan lain. Perasaan berharga dan perasaan yang sangat spesial di mata Tuhan ^^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...