Rabu, 17 Juli 2013

I Hear Your Voice (Korean Drama) Part 2



I'm really fall in love with this drama! OMG, since Nice Guy there's no new drama who catch my heart like this! Two thumbs up for this project!


Setelah jatuh cinta dengan pernyataan Lawyer Cha di episode 7, ternyata ketika aku nonton episode 8 dan seterusnya (sekarang di episode 12), setiap episode membawa 'sentuhan'nya tersendiri. Aku semakin suka sama drama ini semenjak nonton episode 8. Bahkan sampe nangis bombay (lagi) di depan komputer. Gimana ga nangis waktu mendengar pernyataan mamanya Hye Sung di episode 8 sebelum ia dibunuh sama Min Joon Gook??! Pelajaran yang bisa dipetik dari kata-katanya sungguh luar biasa hikss...

Ibu: “Hye-sung…kau mendengarku? Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Jika kau hidup seperti itu, maka seluruh dunia ini akan buta dan ompong”

Hye-sung: “Apa yang kau katakan?”

Ibu: “Semua orang yang menyakitimu, itu karena mereka iri. Karena kau sangat diberkati. Itu karena mereka iri. Jadi, jangan membenci mereka. Jangan merasa seperti itu, dan kasihanilah mereka.”

Hye-sung: “Ibu berada dipihak Do-yeon, kan?”

Ibu: “Berjanjilah.. kau tidak akan membenci seseorang sampai membuat hidupmu hancur. Saat manusia lahir ke dunia, hidupnya tidak cukup panjang untuk mengasihi satu sama lain, benarkan?”

Hye-sung: “Baikah. Aku mengerti.”

Ibu: “Baik. Itu baru gadisku….” 



Bayangkan, orang yang mau dibunuh masih bisa menasehati anaknya supaya ga benci dan mendendam sama orang yang akan membunuhnya. Bahkan dia ngomongnya dengan kepala berlumurah darah habis dipukul pake kunci inggris, trus tangan kakinya diikat, sambil nahan nangis, dan dibawah pengawasan langsung dari sang pembunuh. Dia bahkan tidak mengatakan apapun tentang keadaannya yang luar biasa terjepit. Kekuatan dari mana ya bisa bersikap seperti itu? Apakah ini hanya akal-akal'an drama aja? Hem, I think so... But, I don't think so...



Terus ketika Min Joon Guk ngasi tau alasan kenapa dia dendam sama Hye Sung, jawaban mamanya Hye Sung lagi-lagi membuat aku berurai air mata. She's really know what Forgiveness means.



Joon-guk : “Boss, kau lebih tabah daripada yang terlihat. Aku beritahu kau semuanya. Alasan aku menjadi seperti ini. Alasan mengapa aku menjadi musuh putrimu.

Joon-guk: “Kau harus tahu mengapa kau akan ku bunuh. Aku akan membunuhmu karena sepuluh tahun yang lalu, putrimu berdiri menjadi saksi dalam kasusku. Mengerti? Apakah itu membuatmu marah?”

Ibu: “Ya, aku marah. Fakta bahwa aku tidak mengetahui lebih banyak tentang putriku membuatku marah. Jika aku tahu dia gadis dengan keberanian yang sangat besar, aku akan mendoakannya lebih banyak lagi. Dan aku tidak akan sering memukulnya. Aku selalu terlalu kasar dengan ucapanku.”

Joon-guk: “Kau tahu semua yang akan aku lakukan sekarang. Apa kau takut?”

Ibu :“Aku tidak takut. Kau hanya tidak berharga dan aku kasihan padamu.”

Joon-guk tersulut emosi, “Tidak berharga? Kasihan?”

Ibu: “Kau hidup bertahun-tahun dengan membenci seseorang. Berapa lama kehidupan seperti neraka yang kau rasakan?”

Joon-guk : “Benarkah? Lalu aku kira putrimu akan hidup di neraka, sepertiku. Membenciku karena membunuh ibunya dan menunggu untuk balas dendam. Benarkan?”

Ibu : “Dia tidak akan hidup seperti itu. Aku tidak membesarkannya untuk menjadi tidak berharga sepertimu.”

Senyum Joon-guk menghilang, “Tutup mulutmu!” (And then, he kill Hye Sung mom's...)



Aku nangis ga karuan liat adegan ini. Kata-katanya lho, siapa ini yang nulis script nya?? Aku mau ketemu!! Bagus banget dia menuliskan script nya. Well, don't you know who's quote is that? It's Mahatma Gandhi's quote. Itu adalah jawaban Gandhi kepada Nehru, Perdana Mentri India, ketika ditanya mengapa beliau tidak mengambil tindakan atas kekerasan dan penjajahan yang dilakukan oleh Inggris kepada rakyat India? Salah satu aksi terkenal yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi sepanjang hidupnya adalah Silent movement. Dari siapakah Gandhi terinspirasi melakukan hal ini? Well, no other than Jesus :) 



Ternyata Gandhi pernah membaca Kitab Matius pasal 5-7. Bila kita baca pasal tersebut kita pasti segera tau bahwa itu adalah pidato Tuhan Yesus yang sangat terkenal. Pidato ini biasa dikenal dengan sebutan "Sermon on the Mount". Dan, aku baru saja tahu kalau ternyata Sermount on The Mount ini juga termasuk dalam 10 pidato terbaik dunia. Bahkan dijuluki sebagai Beatitudes. (singkatan dari Beautiful Attitudes)



Saat Gandhi baca ayat ini, beliau jadi penasaran banget sama Tuhan Yesus. Jadilah ia memutuskan untuk datang ke gereja supaya tau lebih banyak tentang Yesus. Saat itu, India sedang dijajah oleh Inggris. Merekalah yang menyebarkan agama Kristen di India. Maka Gandhi datang ke gereja-nya orang Inggris. Gandhi berangkat ke gereja dengan style-nya yang terkenal: kaos oblong, sarung, celana pendek dan kacamata bulatnya. Begitu beliau sampai di depan gereja, usher yang menyambut Gandhi di depan gereja melarang Gandhi masuk ke dalam gereja.  alasannya? Karena Gandhi dianggap memakai pakaian yang kurang pantas untuk masuk ke dalam gereja. Gandhi diminta untuk pulang ke rumah, mengganti pakaiannya dengan jas dan setelan rapi. Bahkan usher ini menyarankan Gandhi untuk berkunjung ke gereja orang India saja. What the heck??!! --"


Hari itu Gandhi TIDAK JADI  ke gereja! Dalam buku-nya Gandhi pernah menuliskan kejadian ini serta berkomentar: "Saya jatuh cinta dengan Yesus dan ajaranNya, tapi saya benci sama orang Kristen. Saya harap ketika saya nanti masuk surga, saya akan bertemu dengan kedua ushers tersebut"



Gandhi, bukan orang kristen. Tapi beliau melakukan dan mengikuti ajaran Yesus. Beliau yakin ia masuk ke sorga (terbukti dari tantangannya ke usher yang menolaknya hari itu). Seandainya saat itu kedua ushers yang sedang bertugas (aku tidak akan menyebut mereka sedang 'pelayanan' karena Tuhan tidak pernah mengajarkan adanya perbedaan secara fisik di dalam gereja nya) mengijinkan Gandhi masuk, mungkin sejarah akan menuliskan hal yang berbeda tentang Gandhi. Sebab banyak hal-hal yang dilakukan Gandhi, terinspirasi oleh Yesus. 

Jawaban Gandhi tentulah berasal dari ayat ini Matius 5 : 38-39
"(38)Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu" 

(Thanks to Ps. Jesse Lantang for this information ^^)


Bila seorang Gandhi aja bisa terinspirasi luar biasa sama ajaran Yesus, apalagi umat kepunyaanNya sendiri? Aku menemukan sesuatu yang menarik ketika aku melihat rumah duka ibu nya Hye Sung.


(itu di depan foto ada salib-nya)

Aku cari gambar yang jelas itu susahnya minta ampun. Semuanya fokus di tempat lain, itu cuma diliatin sekelebatan aja. Bahkan aku ga bisa capture soalnya ga punya program kaya gitu di komputerku. Salib. With a MAN hung on that cross. It make things clear. Itu sebuah simbol kecil yang mewakili dari mana si penulis mendapatkan inspirasi. Simbolik juga untuk menunjukkan dari SIAPA mama nya Hye Sung belajar mengatakan hal seperti itu. So powerful words! Ada kebenaran besar di balik kata-kata itu. Really fall in love with this drama ^^



(And it remind me with my own mom. Kata-kata mama nya Hye Sung waktu bilang, "semua orang yang menyakitimu itu karena mereka iri..karena kamu sangat diberkati. Itu karena mereka iri". My mom always said like that too. When I'm hurt because somethings I don't really understand, when somebody hurt me for no reason she's always give me those words. Makanya aku nangis sesenggukan baca kalimat itu, aku membayangkan mama ku yang bilang seperti itu)

And we go to episode 9...


Like mom like daughter! I really like Hye Sung in this episode! Dia menepati janjinya sama mamanya, bahkan dia mengajarkan ke Soo Ha apa yang diajarkan mamanya ke dia semenjak kecil. Sebegitu marahnya Soo Ha karena Joon Gook mebunuh mamanya Hye Sung, akhirnya dia berniat membunuh Joon Gook dengan tangannya sendiri supaya Hye Sung ga dihantui oleh keberadaan Joon Gook selama-lamanya. Soo Ha masih muda, dia masih mudah terbakar emosi. Yang dominan di dalam dirinya itu emosi, bukan akal sehat. Lagipula dia merasa terpojok, seseorang yang tidak bersalah meninggal karena kasus ayahnya. Dia merasa bertanggung jawab dan mau bertindak sendiri. Saat dia mau menusuk Joon Gook eng..ing..eng.. Datanglah Hye Sung dan dengan tepat waktu dia menghalangi pisau Soo Ha menusuk Joon Guk. Akibatnya pisau Soo Ha malah menancap di perutnya.

Well, kejadian ini akan terlihat biasa seandainya tidak disertai dengan kata-katanya Hye Sung. I really like this girl! Gotcha!


Hye-sung: “Hey, kau bodoh. Aku sudah mengatakannya, jika kau membunuh seseorang, kau buka lagi korban, tapi pembunuh. Mengapa kau tidak mendengarkan?”

Soo-ha: “Mengapa…? Mengapa kau….?”




Sebenernya adegan ini bisa bener-bener jadi endingnya mereka berdua seandainya Lawyer Cha ga dateng ke tempat mereka. Begitu mendengar suara Lawyer Cha Joon Guk memutuskan untuk lari. Tapi Lawyer Cha sempat melihat sosok Joon Gook dan seketika dia shock, karena terbukti dia telah membela seorang pembunuh di persidangan terakhirnya. Selama ini Hye Sung dan Soo Ha mengatakan kebenaran dan dia tertipu muslihat Joon Gook mentah-mentah.

(Lawyer Cha melihat Joon Gook)

(Hye Sung mencari Soo Ha)

(Lawyer Cha mengundurkan diri)

(Potongan tangan kri Min Joon Gook ditemukan di pemancingan)

(Soo Ha hilang ingatan)

Cerita mengalir dengan cepat setelah itu. Soo Ha menghilang, setelah keluar dari rumah sakit Hye Sung kembali menjadi "Pembela Umum 30 detik" seperti dulu saat dia belum ketemu Soo Ha, Lawyer Cha mundur dari jabatannya, Pengacara Shin dan Hye Sung ga bertegur sapa selama setahun lebih semenjak Hye Sung tertusuk dan kehidupan sepertinya aman terkendali selama satuh tahun. Lalu muncul berita bahwa ditemukan potongan tangan Min Joon Guk di tempat pemancingan dengan pisau yang memiliki sidik jari Joon Gook dan Soo Ha. Semua orang mencari Soo Ha tapi Soo Ha malah ditemukan hilang ingatan. Dia jadi tersangka pembunuhan Min Joon Gook dan Hye Sung yang selalu mencari Soo Ha selama Soo Ha menghilang memutuskan untuk menjadi pengacaranya. Kali ini Hye Sung bersungguh-sungguh dengan profesinya karena ia harus membuktikan bahwa Soo Ha tidak bersalah.





Mari lompat ke episode 12, karena aku kembali dikejutkan oleh line di drama ini yang super amazing.  Ada adegan dimana Hye Sung dan Pengacara Shin makan di warung tenda dekat kantor mereka lalu ketemu Do Yeon dan Hakim Kim disana. Hakim Kim memuji-muji Do Yeon karena ia kuat minum. Hye Sung yang tidak pernah mau kalah dengan Do Yeon langsung memesan soju lebih banyak dari Do Yeon. Well, seperti yang sudah di duga Hye Sung langsung mabuk. Tak disangka Do yeon juga mabuk tapi dia menutupinya dengan bersikap cool seperti biasa. Orang mabuk suka tanpa sadar mengatakan kejujuran yang mungkin dalam keadaan sadar tidak akan pernah mereka ungkapkan. Inilah yang terjadi saat Do Yeon dan Hye Sung mabuk. Wakakaka, lucu juga lho liat adegan ini...

(Awkward moment when they gathered up together)

(Hye Sung mabuk wakakakaka)

(Do Yeon juga, but she's pretend to be cool)

Hakim Kim lalu membahas pengalaman Hye Sung yang ia ceritakan ketika interview menjadi pembela umum (pengalamannya ketika ia menjadi saksi di persidangan kasus ayah Soo Ha). Hakim Kim ingin tahu kenapa Hye Sung menyesali kesaksian yang ia berikan saat itu? Harusnya kan dia bangga sama dirinya sendiri, sebab kesaksiannya membongkar kenyataan kasus pembunuhan yang disamarkan sebagai kecelakaan. Ternyata Hye Sung merasa kesaksiannya sia-sia. Sebab bukti yang ia bawa, yaitu ponsel yang ia acungkan di persidangan Joon Guk ternyata tidak memiliki bukti foto dimana Joon Gook memukuli ayah Soo Ha. Hye Sung hanya memotret sembarangan supaya Joon Gook tidak jadi membunuh Soo Ha. Cuma reaksi Joon Guk ketika melihat ponsel Hye Sung sudah mengungkapkan seluruh kebenarannya. Untuk itu bukti yang Hye Sung bawa sebenarnya tidak valid, itu cuma gertak sambal agar Min Joon Gook mengaku dan berhasil. Sebenernya aku suka dengan pernyatan Do Yeon dalam perbincangan ini.




Hye-sung: “Apa yang kau pikirkan? Itu cukup disayangkan bukan?”

Do-yeon: “Penyesalan? Aku penasaran apakah penyesalanmu sebanyak yang kurasakan”

Do-yeon melanjutkan, “Aku juga menyesalinya. Selama 11 tahun! Bahwa saat itu aku tidak bisa membuka pintu itu dan masuk ke dalam”

Hakim Kim: “Kau gadis itu?!”

Do-yeon: “Apa kau tahu mengapa aku sangat membencimu? Selama hidupku, kau adalah satu-satunya orang yang menjadi saksi dari semua kejadian memalukan dalam hidupku. Karena itu setiap kali aku melihatmu, kenangan yang menjijikan itu datang kembali"

Do-yeon: “Pada saat itu, apa kau tahu berapa banyak aku menyesalinya? Aku seharusnya masuk dan berdiri sebagai saksi. Kejadian itu, bahkan sampai sekarang, aku masih menyesalinya.”

Do-yeon: “Aku ingin membela diriku sendiri atas kejadian itu. Dengan segala cara. Sejak hari itu, aku keluar dari kelas kesenian dan berhenti berhubungan dengan teman-temanku. Aku belajar sangat keras untuk menjadi seorang jaksa. Aku ingin menunjukkan pada mu dan ayahku kalau apa yang aku lakukan saat itu adalah sebuah kesalahan. Itu bukan aku yang sebenarnya! Aku... selama 11 tahun, dengan cara inilah aku membela diriku sendiri. Apa kau tahu? 11 tahun!”



Hakim Kim dkk akhirnya tau bahwa saksi lain dari kasus Joon Guk adalah Do Yeon. Mereka semua terkejut dan langsung amazed dengan keadaan Do Yeon dan Hye Sung setelah mereka dewasa. Yang satunya berprofesi jadi pembela umum yang satunya akhirnya jadi jaksa. Memang unik ya hubungan Hye Sung dan Do Yeon ini. Karena masa lalu, mereka masing-masing akhirnya memutuskan untuk menjalani profesi mereka sekarang ini. Hye Sung yang dulunya dituduh melakukan kesalahan atas sesuatu yang tidak dilakukannya akhirnya memilih menjadi pembela umum dimana dia bisa membela orang-orang yang bernasib sama dengan dirinya dulu. Sementara Do Yeon yang dari dulu suka menuduh orang lain, tidak bisa mempercayai siapapun dan juga menyesali keputusannya untuk lari menjadi saksi dalam kasus pembunuhan akhirnya memutuskan untuk menjadi jaksa supaya kelak ia bisa menjebloskan orang-orang yang memang bersalah ke penjara.

Pengacara Shin: “Ini sebuah persahabatan yang menarik. Antara Do-yeon dan Hye-sung.”
Hakim 1: “Aku setuju. Aku tidak tahu ternyata ada cerita seperti itu.”
Hakim 2: “Mereka bertemu lagi sebagai Jaksa dan Pengacara.”
Hakim Kim: “Mereka mempunyai kebetulan yang sangat mengagumkan. Apa kau setuju?”
Pengacara Shin: “Well, orang mengatakan tidak ada yang namanya kebtulan, semuanya itu adalah kehendak Tuhan. Jika Tuhan mengijinkan dua orang bertemu kembali, pasti ada alasan mengapa dua orang itu harus bertemu kembali”

(Lawyer Shin)

Aku suka sekali dengan kata-kata pengcara Shin. So Wise. Meskipun kadang aku suka sebel sama dia tapi sebenenrnya aku tau kalo pengacara Shin benar dalam banyak hal. Dia sudah berpuluh-puluh tahun menjadi pengacara, aku rasa dia bisa membedakan mana orang yang jahat dan mana orang yang baik. Dia tau kapan orang mengatakan kebohongan dan kapan seseorang mengatakan kebenaran. Sedari awal dia juga sudah tahu kalau Joon Gook yang membunuh ibu Hye Sung, padahal persidangannya aja belum dimulai. You got the point this time, Lawyer Shin!

(Episode 8)

(Episode 11)

(Episode 11)

(Episode 12)

Perkembangan lain dari serial ini adalah hubungan Hye Sung dan Soo Ha. Akhirnya Hye Sung naksir Soo Ha! hahahahahahaha... Aku ga mau terlalu membahas bagian ini karena bisa satu artikel sendiri kalau mau membahasnya :p Aku suka sekali dengan perkembangan hubungan asmara mereka. Aku bukan tipe orang yang menyetujui hubungan noona - dongsaeng tapi sang penulis mampu meramu kisah asmara mereka sehingga layak untuk disetujui dan direstui oleh para penonton. Bahkan bisa dikategorikan so sweet sekali kisahnya Hye Sung sama Soo Ha ini ^^ 



Sepertinya aku pun mulai menyukai Lee Jong Suk! Padahal awalnya amit-amit jabang bayi deh sama dia >.< Ketika seorang aktor mampu membawakan perannya dengan baik bahkan bisa menjelma menjadi tokoh yang ia mainkan, well orang sepertiku yang awalnya antipati akhirnya juga bisa bersimpati. Great job Lee Jong Suk! Aku sekarang mulai  koleksi foto-fotomu lho xixixixixi.....





Tinggal 6 episode lagi!! Ga sabar untuk tahu kemana drama ini akan bermuara. (Cieh bahasaku! Jijay banget) Aku pribadi berharap happy ending. Aku ga suka cerita yang menggantung, twist ending apalagi sad ending. Semua kisah pasti dirancang untuk berakhir dengan bahagia. Kalau endingnya tidak bahagia maka kisah itu pasti berjalan dengan tidak semestinya atau tidak sesuai dengan yang dirancangkan. Tapi penulis di Korea itu punya kebiasaan jelek, mereka pinter banget bikin opening story, konflik dan segala macam di tengah cerita tapi mereka bodoh sekali bikin ending. Aku berharap I Hear Your Voice punya ending yang tidak mengecewakan (finger cross)

(Bonus Picture)

Senin, 08 Juli 2013

Your Grace is Enough.....


Well, I just want to share what I feel now...

I don't know why, but today... I just feel overwhelmed...

January... February.. March.. April.. May.. June.. July...

Time flies so fast.. I already on July this year... So many dreams, so many hopes, so many wish still waiting in front of me.. What I really want still not happening to me....

Mungkin Tuhan ga pengen aku mendapatkan semua yang aku impikan dengan mudah dan instant. Banyak hal yang harus aku lalui dan jalani sebelum semua itu akhirnya bisa aku dapatkan. Setiap kali aku berpikir, "Kapan ya Tuhan janji-janjiMu akan Engkau penuhi dalam hidupku?" aku ga pernah mendapat jawaban yang jelas dan pasti dari Tuhan. Semua itu terasa menggantung. Ga jelas kapan bakalan terjadi. Seiring waktu, aku bahkan pengen menyerah sama semua mimpi itu. Aku cenderung berpikir, apa impianku ini terlalu besar ya? Atau terlalu susah untuk diwujudkan? Buat orang lain, semua itu mudah sekali didapatkan, tapi buat aku kok begitu susahnya? Apa Tuhan itu pilih-pilih ya sama anak-anakNya?? Mungkin juga aku yang kurang tekun mewujudkan semua impianku? Semua itu kalau gak disertai kerja keras ga akan terwujud kan? Berdasarkan kesimpulan itu, akhirnya aku membuat diriku bekerja mati-matian dalam beberapa bulan terakhir.

Aku berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan semua mimpi-mimpiku. Di kantor aku kerja keras, aku berusaha semaksimal mungkin untuk ga menurunkan prestasiku. Aku selalu berusaha dateng tepat waktu. Aku selalu berusaha ngumpulin jurnal tanpa terlambat. Tapi semakin aku berusaha, semakin aku gagal. Semakin merosot prestasiku, sampai akhirnya aku diancam akan dipecat dari kantor. Belum pernah aku mengalami kemerosotan macam ini. Semua itu membuat aku shock dengan keadaanku. Bukan seperti ini yang aku harapkan lho Tuhan! Selama ini aku selalu bisa dipercaya, tapi mendadak, dalam sekejap itu semua hancur. Bahkan aku masih ga percaya dengan apa yang terjadi....

Setiap kali aku berusaha untuk ga melakukan kesalahan di kantor, memperbaiki semua kemerosotan yang sempat terjadi, malah semakin banyak kesalahan yang aku buat. Aku orangnya cukup perfeksionis, jadilah setiap kesalahan yang aku buat membuat aku marah sama diriku sendiri. How stupid I am... Damn, I make mistake again! Argghhh!! Aku sering bertengkar dengan rekan kantorku. Selama ini kita kerja sama dengan baik, tapi karena dia ga mau disalahkan dia akhirnya melimpahkan kesalahan ke aku. Aku ga bisa membela diri di depan atasan dan harus menerima amuk'an yang luar biasa. Pertama kalinya semenjak 2011 aku dimarahi seperti itu. Di depan orang lain lagi dimarahinya! Rasa malu dan sakit yang aku rasakan membuatku marah. 

Aku mulai marah. Marah dengan keadaan. Marah dengan orang-orang yang ada di sekitarku. Aku marah dengan pekerjaanku. Aku marah dengan diriku sendiri. Aku memusuhi atasanku. Aku selalu menaruh curiga sama rekan kantorku. Aku menghindari kontak dengan mereka. Aku lebih sering menghabiskan waktu sendiri di depan mejaku. Aku menutup diri dari sekelilingku. Aku mulai merasa kalau semuanya sia-sia. Aku berpikir untuk mencari pekerjaan lain, aku sakit hati dengan ancaman pemecatan itu dan terbebani urusan kantor setiap harinya. 

Hingga akhirnya aku menyerah sama semuanya. Aku akhirnya berlutut dan berseru ke Tuhan, I can't do this anymore.. I can't stand by myself...

Aku sempat berhenti mengerjakan semua tugas kantorku dan nangis kaya orang bego di depan komputer. Aku capek luar biasa. Semuanya membuat aku capek. Kalau ada lagu yang bilang: "Rapuh hati ini... Letih jiwa ini" itu gue banget!! Aku sudah ga punya niat lagi untuk kerja. Setiap pulang kantor aku bad mood. Sampai suatu hari ketika mau berangkat ke kantor aku mengubah susunan lagu di player ipod ku. Aku bosan dengan lagu Korea dan lagu sekuler. Saat itu aku tiba-tiba pengen denger lagu Gospel. Aku teringat sama sebuah lagu lama yang dulu sempat jadi kesukaanku. Itu lagu yang super sweet, biasa dipake untuk acara-acara wedding. Tapi buatku, lirtiknya agak susah dimengerti karena lebih mengarah ke ungkapan hati bukan curahan hati. Rasa kangen yang tiba-tiba sama lagu itu buat aku langsung menjadikan lagu itu tracklist nomor satu di ipod. Saat mendengarkan di perjalanan menuju ke kantor, aku merasakan 'sentuhan' itu. Sentuhan yang lembut dan sangat pelan tapi mengena. Menangislah aku di atas motor tanpa bisa ditahan. Liriknya menghantam aku telak di lubuk hati. Seakan ada lampu menyala di otakku. Keadaan pikiran ku yang gelap kaya langsung dihapus sama nyala lampu itu.

A gentle voice. Really gentle voice, come to my sense.... 

He asked, "Are you done with yourself?" 

For a while I just can't say anythings. Everything disappear around me. His voice, it's so calm, soft, sweet and gentle but it changes the atmosphere. I leave the world, I come in His presence...

Semua pencerahan itu datang mendadak. Aku bisa melihat hidupku beberapa saat belakangan ini kaya film yang diputar mundur dalam kepalaku. Aku selama ini seperti orang buta yang berusaha menentukan arah sendiri. Aku meraba-raba apapun yang ada di depanku, jalan membabi buta tapi entah mau kemana. Ga heran aku nabrak sana-nabrak sini, ketatap dinding, kesandung, jatuh sampe luka-luka, bangun dengan marah, lalu berdiri lagi dan melanjutkan jalan dengan emosi. Semakin membabi buta sampe akhirnya aku capek sendiri dan ga mau jalan kemana-mana. Marah karena rasa sakit dan memar yang aku buat sendiri. Itu gambaran yang aku lihat di dalam kepalaku saat suara itu menyapa.

And the lyrics in my ear hit me right in my heart...

I don't want to go somewhere
If I know that You're not there
'Cause I know that me without You is a lie
And I don't want to walk that road
Be a million miles from home
'Cause my heart needs to be where You are
So I don't want to go


Aku memahami, saat itu juga, bahwa selama ini aku memakai kekuatanku sendiri. Aku berusaha mewujudkan impianku dengan kekuatanku sendiri. Aku sedang menyutradarai hidupku sendiri. Aku berusaha keras, menurut standard ku sendiri. Aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan. Selama aku kerja keras, aku pasti bisa mendapatkan semuanya. Itu yang aku tanam dalam kepalaku. Aku melupakan faktor yang sangat penting. Aku melupakan Tuhan dalam prosesnya. Aku ga bertanya sama Tuhan apa yang Ia mau aku lakukan dalam hidupku? Aku memutuskan sendiri. Saat aku dengar lirik itu, aku sadar akan roh-ku yang berseru sama Tuhan di bawah kesadaranku. Itu suara hatiku yang paling dalam. Sebenarnya jauh di dalam hatiku aku menyadari bahwa aku ga mau kemana-mana kalau bukan Tuhan yang memimpin aku. 

Saat itu aku berteriak-teriak dalam hatiku, "ampuni aku Tuhan! Really, forgive me" Karena aku begitu sombong dan arogan. Aku merasa penting dan pintar sehingga aku bisa mengetahui jalan hidupku. Aku tergesa-gesa, pengen segera mendapatkan yang aku inginkan, jadi aku melakukan apa saja untuk mendapatkanya. Melalui semua kegagalanku, Tuhan sebenernya pengen ngomong sama aku kalau tidak ada, dari semua kemampuanku, yang bisa mengalahkan rencanaNya yang maha sempurna untuk hidupku. Bagaimanapun aku berusaha, rencanaNya akan selalu lebih baik. 

Without Your touch
Without Your love
Filling me like an ocean
For Your grace is enough
Enough for me

To never want to go somewhere
If I know that You're not there


Your grace is enough.. Enough for me... 

Perkataan ini begitu mengenanya sampai aku ga bisa membantah apapun. Setelah semua yang aku pahami melalui lagu itu, aku mulai melakukan semuanya dengan tujuan yang berbeda. Aku ga lagi fokus akan hasil dari semua pekerjaanku, aku mulai menikmati prosesnya. Aku menikmati mengerjakan pekerjaan kantor tanpa takut melakukan kesalahan. Lakukan dengan apa yang aku bisa, aku ga lagi peduli sama hasilnya. Aku Saat aku mengerjakan tugas di kantor aku ga lagi ngotot dengan hasilnya. Aku berusaha menikmati mengerjakan tugas-tugasku. Aku berusaha untuk lebih rileks dan santai, dan voilaa... Semuanya selesai sesuai deadline. Bahkan aku ga lagi otot-otot'an sama rekan kantorku kalau bahas jurnal. Seringkali ketika dia mengoreksi malah dia yang salah mengoreksi. Kerjaanku benar tapi dia pikir itu salah, akhirnya dia minta maaf karena dia yang salah memahami. Semuanya menjadi lebih baik. Perlahan, aku ga lagi menemukan alasan aku harus mencari pekerjaan lain.


Is it all because my power? Because my ability? No...
It's all by His grace. 



Saat aku berlutut dan berdoa, aku menemukan bahwa selama ini aku bersusah payah dan gagal, karena aku terlalu percaya sama diriku sendiri.  Menurutku, aku ini teliti. Aku bisa mengerjakan tanpa kesalahan. Aku bisa mengerjakan sesuai deadline. Aku bisa. Aku pasti bisa seperti biasanya. Semakin aku merasa bisa karena kemampuanku sendiri semakin aku tersandung dengan kemampuanku. Aku terbiasa mengandalkan kemampuanku. Aku melupakan fakta bahwa banyak hal terjadi dalam hidupku di luar kemampuanku. Semua karena kasih karunia Tuhan....

And this afternoon this song come out in my head:





FROM THE INSIDE OUT

A thousand time I've failed
Still your mercy remains
Should I stumble again
Still I'm caught in your grace
Everlasting Your light will shine when all else fades
Never ending, your glory goes beyond all fame

Your will above all else
My purpose remains
The art of losing myself in bringing you praise
Everlasting, your light will shine when all else fades
Never ending, your glory goes beyond all fame

In my heart in my soul
I give you control
Consume me from the inside out
Let justice and praise 
Become my embrace
To love you from the inside out

Everlasting, your light will shine when all else fades
Never ending, your glory goes beyond all fame
And the cry of my heart is to bring you praise
From the inside out
Lord my soul cries out

This song touch me deeply... All the lyrics, suddenly I know the meaning behind this song..

1. "A thousand time I've failed... Still your mercy remains"

Bukan hanya mengacu pada kesalahan-kesalahn teknis dalam pekerjaan. Tapi lebih kepada kesalahan-kesalahn yang aku buat di hadapanNya. Aku jarang berdoa. Aku jarang baca Firman. Aku pake kekuatanku sendiri. Aku tau kebenarannya, bahwa celaka setiap orang yang menggunakan kekuatannya sendiri, tapi itu masih aku lakukan. Berapa kali aku membuat kesalahan yang sama? Thousand? Tiba-tiba kata ini ga terdengar lebay. Sepertinya memang sebanyak itu aku gagal. Tapi setiap kali aku salah, selalu kasih karuniaNya menyertai, membuat setiap kesalahan yang aku buat tidak berarti lagi. It's makes me feel unworthy... How unworthy I am, but still Your mercy remains for me....

2. "Should I stumble again ... Still I'm caught in your grace"

Kesalah-kesalahan yang aku buat, itu semua kesalahnku sendiri. Harusnya aku bertanggung jawab penuh atas kesalahan-kesalahanku. Harusnya ada begitu banyak perhitungan dan karma yang harus aku terima. Tapi karena kasih karuniaNya, harga yang harus aku bayar tidak lagi seberat yang seharusnya. Lagi-lagi kasih karuniaNya menyelamatkan aku. 



Sabtu, 29 Juni 2013

I Hear Your Voice (Korean Drama)


Oke, aku ga akan menjelaskan panjang-panjang... Karena ga ada waktu!! 
Langsung pada poinnya aja...

I'm falling in love with this drama!!!!! Totally falling in love with their story....!!!


Drama ini bercerita tentang kehidupan para pengacara (pembela hukum) dan jaksa. Bener-bener membahas tentang hukum. Awalnya aku agak males untuk mengikuti drama ini karena hukum adalah bidang yang paling tidak menarik untuk disimak (menurutku). Aku selalu menghindari cerita-cerita yang berhubungan dengan politik dan hukum (itulah salah satu alasan kenapa aku males sekali nonton City Hunter sampe sekarang, padahal pemainnya termasuk artis korea favorite-ku, Park Min Young dan Lee Min Ho). Jadi aku cuma memandang sebelah mata sama drama ini. Lagipula para artis pemainnya juga bukan favoritku sama sekali!


Pertama, pemeran utamanya, Lee Bo Young. Aku ga terlalu kenal dengan artis ini (emang sama artis yang lain kenal??? wakakaka). Aku ga pernah liat dramanya dia sama sekali. Setelah googling tentang artis korea yang oplas, ternyata dia salah satunya! Sejak itu cukup ilfeel sama Lee Bo Young, walaupun dia pacarnya Ji Sung (aktor korea favoritku jaman SMA dulu) aku tetep ga terlalu menyukai Lee Bo Young. Wajahnya juga bukan tipe cantik yang aku suka dari aktris Korea.

Lee Jong Suk

Kedua, cowok ini! Arghhhhhh, aku sungguan ga suka sama dia! Aku sudah ga suka sejak nonton Secret Garden. Perannya dia waktu itu cuma pemeran pembantu aja sih (Sun, namanya di Secret Garden), tapi dia jadi cowok gay! Aduh, aku ga suka yang begitu-begitu... Aneh sekali rasanya liat cowok kalem jadi gay kaya gitu. Langsung deh agak antipati sama dia, dan waktu dia main di drama School 2013 aku semakin ga suka. Modelnya gak berubah, dia masih tetep membawa image gay dari Secret Garden. Entah kenapa dia buat aku merinding banget setiap lihat penampilan (aktingnya) dan gerak-geriknya. Waktu di Secret Garden dia naksir Oska, eh di I Hear Your Voice ini dia jadi rival cintanya-nya si Oska. Aneh banget rasanya... Tapi karena dia main sama si Oska lagi, kenangan akan Secret Garden jadi melekat kuat, aku semakin ogah-ogah'an untuk nonton drama ini...


Ketiga, si Oska ini, waduuhhhh...!! Pemainnya bener-bener buat aku MALES setengah mati untuk nonton. Nama aslinya si Yoon Sang Hyun. Waktu itu aku lihat gambarnya dia bukan yang keren begini tapi yang versi nerd

Yang model begini!!

Makin males aja kan??? Sebenernya waktu nonton Secret Garden aku ga suka sama wajahnya (waduh, fisik banget ya aku... Mian!) berasa sudah tua gitu. Entah kenapa dia cocok jadi ahjussi ketimbang Second Lead. Ga cocok banget gitu rasanya. Tapi aku akui dia emang ber-wajah simpatik. Pada akhirnya dia selalu berhasil buat aku kasihan sama karakternya dia di drama. 

Memang bener deh pepatah "Don't Judge A Book by It's Cover" karena aku kemakan dengan persepsi awalku sendiri. Aku yang awalnya skeptis banget dengan drama ini akirnya jadi jatuh cinta setengah mati sama ceritanya. Well, aku masih tetep ga nge fans sama para pemainnya, tapi paling enggak aku menikmati cerita dan karakter yang dimainkan mereka. 

Awalnya yang buat aku tertarik untuk mengikuti drama ini adalah si cowok gay (Lee Jong Suk) itu ceritanya bisa baca pikiran orang lain dengan menatap mata orang tersebut. Wuah, ini keren! Semacam Edward Cullen gitu kan ya kemampuannya dia. Gara-gara satu point ini aku jadi interest dan curious. Ceritanya kaya gimana ya? Aku suka cerita yang sedikit berunsur magic dan bau-bau fairy tale gitu. Itu baru namanya film, karena semuanya gak masuk akal! Kalo masuk akal namanya documentary bukan film, iya kan? (pemikiran yang aneh ya? hehehehee, abaikan!). Akhirnya aku mengikuti drama ini dan aku sungguh jatuh cinta dengan semua nilai-nilai yang coba mereka sampaikan melalui drama ini. Kalo aku menulis semuanya satu-persatu pasti bakalan panjang artikel tentang drama ini, sementara sekarang aku dikejar deadline pekerjaan, jadi aku tulis dua hal yang paling aku sukai dari drama ini:

Pertama, opening story-nya....

Kim So Hyun

Cerita awalnya waktu Jang Hye Sung (Lee Bo Young) masih remaja. Dia dan ibunya tinggal di rumah seorang hakim terkenal yang kaya raya. Hakim itu punya anak tunggal perempuan yang juga satu sekolah dengan Hye Sung. Nama anaknya si Hakim itu Seo Do Yeon. Do Yeon menuduh Hye Sung melukai matanya dengan kembang api, padahal yang melukai mata Do Yeon dengan kembang api itu teman Do Yeon yang lain, tapi Do Yeon melimpahkan kesalahan ke Hye Sung. Do Yeon tahu kalau yang menyalakan kembang api dan mengenai matanya itu bukan Hye Sung tapi dia sengaja menyalahkan pada Hye Sung. Hye Sung tentu aja gak mau mengakui kalo dia yang melakukan karena memang bukan dia pelakunya. Waktu mereka menyelesaikan kasus pertama ini, aku langsung suka sama ceritanya. Kebenaran tetaplah kebenaran walaupun semua orang berusaha menutupinya. Kengototan Hye Sung untuk membuktikan kalau bukan dia pelakunya dan kepercayaan mama-nya ke Hye Sung serta bagaimana mama nya Hye Sung membela Hye Sung sempat bikin aku terharu dan berkaca-kaca di depan komputer. 

(Do Yeon dewasa - Lee Da Hee)

Kasus kedua, waktu Hye Sung menolong Park Soo Ha (Lee Jong Suk), dia memberanikan diri menjadi saksi atas kasus pembunuhan ayah Park Soo Ha. Walaupun pembunuhnya sudah mengancam Hye Sung dan Do Yeon (mereka berdua jadi saksi adegan pembunuhan itu) agar lari dan sembunyi atau pembunuh itu akan membunuh mereka juga tapi Hye Sung memilih untuk mengungkapkan kebenaran dan menjadi saksi saat persidangan. Sehingga akhirnya keadilan berpihak pada Soo Ha. Walaupun Hye Sung menyesali setengah mati tindakannya itu bahkan sampai ketakutan luar biasa karena apa yang sudah dilakukannya, aku merasa Hye Sung benar-benar pemberani. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tapi keberanian adalah kemampuan menghadapi rasa takut untuk tetap melakukan kebenaran. Aku pikir itulah integritas. Itulah keberanian yang sesungguhnya. Aku jatuh cinta seketika dengan karakter Hye Sung, dia masih SMA saat itu tapi mampu membuat keputusan yang luar biasa di usia remaja-nya. Kejadian itu juga sangat berarti buat Soo Ha, berkat Hye Sung ayahnya mendapatkan keadilan dan pembunuhnya masuk penjara. Dia merasa sangat berhutang budi sama Hye Sung maka dia memutuskan untuk melindungi Hye Sung apapun yang terjadi. Soo Ha juga sempat mendengar pemikiran si pembunuh bahwa selepas dia keluar dari penjara, dia akan membunuh Hye Sung. Mengetahui hal itu, Soo Ha berjanji pada Hye Sung bahwa dia akan melindungi Hye Sung (Soo Ha masih kecil lho saat itu, tapi entah kenapa aku merasa adegan ini sweet sekali).

"I will prrotect you..."

Kedua, episode 7 dari I Hear Your Voice...

Ceritanya, si Kwan Woo (Yoon Sang Hyun) harus menangani kasus yang awalnya sudah diberikan ke Hye Sung. Karena pertikaian yang terjadi antara Hye Sung dan terdakwa yang harus dibela, akirnya kasus dipindah tangankan ke Kwan Woo. Hye Sung sempat ngambek dan marah sama Kwan Woo. Hye Sung saat itu bener-bener frustasi karena semua orang merasa dia bukan pengacara (pembela umum) yang baik. Bahkan yang dia bela sendiri hampir mencelakai Hye Sung dan melempar Hye Sung dengan sampah. Hye Sung bahkan dijuluki "Pengacara Sampah!!" Saat itu Hye Sung shock dan semakin down dengan dirinya sendiri. Dia jadi semakin sebel waktu melihat Kwan Woo, pengacara terbaik yang ada di dunia ini (aku ragu di dunia nyata ada pengacara sebaik dia), mengambil kasusnya dan mengerjakannya dengan sangat serius bahkan cenderung berlebihan. Saat Hye Sung bertanya apa alasan Kwan Woo begitu serius sampai terasa menyebalkan, jawaban Kwan Woo yang buat aku terpesona...

Hye Sung: "Aku tidak berharap kau dipihakku, tapi setidaknya kau tidak perlu bersikap seperti ini sebgai seorang pengacara. Sejujurnya aku tersinggung karena kau sangat berkerja keras. Aku merasa kau sengaja melakukannya untuk membuatku marah dengan tujuan tertentu"
Kwan Woo: "Itu... Sebenernya..itu karena aku benar-benar marah. Aku marah dengan apa yang kakek (terdakwa) lakukan padamu. Aku juga marah karena dia menghina pekerjaan kita. Jadi aku akan menunjukkannya di pengadilan".

"Di pengadilan aku akan akan menunjukkan bahwa kita (pembela umum) bekerja keras untuk melihat dunia dengan cara yang sama dengan mereka dan bahwa kita juga memahami mereka. Aku pasti akan mendapat keringanan dari hakim, kemudian aku akan memintanya untuk minta maaf padamu. Demi mendapatkan maaf itulah aku bekerja keras sekarang, seperti aku mempertahankan hidupku"

Saat di pengadilan, beginilah pembelaan Kwan Woo untuk terdakwa,

"Jika mengumpulkan sampah itu sulit, mungkin anda akan berpendapat bahwa dia seharusnya mencari pekerjaan lain. Atau berpendapat, seperti dunia yang berubah, seharusnya dia juga mengikuti perubahan itu supaya bertahan hidup. Tapi, dunia terlalu cepat berubah untuk orang seperti ini" (aku setuju, secara terdakwa sudah kakek-kakek, kamu mau berharap dia mengikuti jaman sebatas mana?)

"Untuk memahami pemikiran orang seperti mereka, tolong hargai kerja keras mereka walaupun hanya satu kali"

Oh Tuhan, aku jatuh cinta sama jawabanmu Kwan Woo!!

Go... Kwan Woo! Karena jawaban inilah, aku merasa drama ini layak untuk ditonton!




Minggu, 28 April 2013

Lyn - Glass Heart (feat Yong Jun Hyung BEAST)


Akir-akir ini aku sedang menggandrungi lagu -lagu Korea. Semua bermula semenjak nge fans sama Yoochun :D (alibinya, bisa aja....). Tapi sungguh lagu ini ennnnaaakkkkkk banget! Ga tau juga apa yang bikin enak di telingaku, tapi aku suka banget sama suara dan melodinya. Apakah liriknya? Atakauh MV nya yang cantik banget? Atau kah suara penyanyi nya yang aku suka banget? Well, pokoknya aku suka sekali lagu patah hati  yang satu ini...

LYN - GLASS HEART

Je yaegi jom deureojuseo
Bamsaedorok ulgiman haeyo
Muldo mot neomgigo jamdo jal su eopgp
Manhi himi deuneyo

Nae sarangeul mallyeoyo
Saram cham mot bondaeyo
Jadaero da aljido motamyeonseo
Dadeul miwohaeyo

Nappeun nomira yokhago (jebal yokhaji mayo)
Swipge kkeutnal geora hago (jebal geuman jom haeyo)
Heeojyeora tto heejyeora
Gwiga darke deutneun mal

Yuri simjangeul gatgo sarayo (nan geuraeyo)
Gaseumi kkaejil geotman gatayo (hanado namgimeobsi da)
Da beorira hamyeon da jiura hamyeon
Neomu eogulhaeyo nan

Yuri simjangeul gatgo saraseo (geureoke saraseo)
Eonie buseojilji moreul naraseo (kkaejyeobeoril geot gataseo)
Heeojiran malman kkeutnaeraneun malman
Geu malman haji mayo

Rap
Mwo geureoke mogeul mae nuguegena kkeuteun enounde
Mianhe nan geureon sarangman hae
Geuraedo nae yeopeseo neo haengbokhaesseotjanha
That's all geugeomyeon doen geojanha
Sigan nangbihaji malha babe
Neodo goeropgetjiman na yeoksi tto geurae
Nan bigeophan nom sorinopyeo yokhaedo dwae
Ije jinagalge bikyeojullae

Sirheo geojitmarijanha (jebal geureoji mayo)
Jeoldae heeojiji anha (jebal geuman jom haeyo)
Bikyeodallani bikyeodallani
Uri ireoji malja

Yuri simjangeul gatgo sarayo (nan geuraeyo)
Gaseumi kkaejil geotman gatayo (hanado namgimeobsi da)
Da beorira hamyeon da jiura hamyeon
Neomu eogulhaeyo nan

Yuri simjangeul gatgo saraseo (geureoke saraseo)
Eonie buseojilji moreul naraseo (kkaejyeobeoril geot gataseo)
Heeojiran malman kkeutnaeraneun malman
Geu malman haji mayo

Yuri simjangeul gatgo sarayo (nan geuraeyo)
Gaseumi kkaejil geotman gatayo (gaseumi kkaejil geotman gata)
Da beorira hamyeon da jiura hamyeon (jiura hamyeon)
Neomu eogulhaeyo nan (eogulhaeyo nan)

Yuri simjangeul gatgo saraseo (geureoke saraseo)
Eonie buseojilji moreul naraseo (kkaejyeobeoril geot gataseo)
Heeojiran malman kkeutnaeraneun malman (kkeutnaeran malman)
Geu malman haji mayo


ENGLISH TRANSLATION

Please listen my story
I only cry all night
I can't drink water or sleep
It's really hard

They try to stop me from loving
They tell me that I'm bad at picking people
They don't even know the whole story
But they hate him anyway

They curse at him and call him a bad guy (please don't curse at him)
They say that we will end easily (please stop)
They tell me to break up with him
To the point where my ears are worn out

I am living with a glass heart (I'm like that)
It feels like my heart will shatter (without a single piece remaining)
If you tell me to throw everything away, to erase everything
Then it's so unfair to me

I am living with a glass heart  ( I live like that)
Because I don't know when it will break (because it seems like it will shatter)
Please don't tell me to break up or to end things with him

Rap
Why are you making such a big deal? Everything comes to an end for anybody
I'm sorry, this is the only love I can do
But still, you were happy next to me
That's all, that's all the matters
Let's no waste time babe
You might be suffering but it's like that for me too
You can yell at me and call me a coward
I'll go on my way now, can you move out of the way?

No, I know you're lying (please don't)
We can never break up (please stop)
How can you tell me to move?
Let's not do this

I am living with a glass heart (I'm like that)
It feels like my heart will shatter (without a single piece remaining)
If you tell me to throw everything away, to erase everything
Then it's so unfair to me

I am living with a glass heart (I live like that)
Because I don't know when it will break (because it seem like it will shatter)
Please don't tell me to break up or to end things with him

I am living with a glass heart (I'm like that)
It feels like my heart will shatter (feels like my heart will shattering)
If you tell me to throw everything away, to erase everything (to erase)
Then it's so unfair to me (unfair)

I am living with a glass heart (I live like that)
Because I don't know when it will break (because it seem like it will shatter)
Please don't tell me to break up or to end things with him (end things with him)


OMG, liriknya! Aku suka lirik lagu ini! Dan hanya di Korea lagu-lagu seperti ini bisa ditemukan! wakakakakaka... Kesannya memang mendramatisir, tapi buat orang seperti aku yang suka mikir (terlalu pemikir) dan kadang suka lebay, lirik lagu kaya gini bisa cocok banget di hati! :p Kaya suara hati gitu.

Emang sih, ga mungkin menyukai lagu tanpa sebab. Aku suka lagu ini karena liriknya sedikit banyak menggambarkan perasaanku sendiri. Bukan saat ini, karena saat ini ga sedang patah hati dengan siapapun dan karena apapun, tapi setahun yang lalu, aku tau persis rasanya menjadi "aku" dalam lagu ini. 

Aku bukan tipe cewek yang akan menangis meraung-raung setelah patah hati (baca: putus cinta). I'm really not that type! Aku juga bukan tipe cewek yang akan menangis semalaman sesudahnya. Aku pasti tidur nyenyak sampe pagi setelah nangis beberapa saat setelah putus. Berdasar pengalaman, kebanyakan aku malah ga terlalu banyak menangis waktu putus. Itu malah hari dimana aku bisa so silent. Calm. En so free. Aku malah merasa lega. Biasanya badai air mata datangnya sebelum putus (itupun ga menangis semalaman dan meraung-raung), aku selalu punya feeling duluan kalo hubunganku akan berakhir. Saat itulah aku menangis ga karuan, tapi saat bener-bener sudah berakhir, aku justru lega.


"They tell me that I'm bad at picking people"this one is so me! Once, after my last break up, someone told me that! Aku memilih orang yang salah. Dari sekian banyak orang baik yang ada di depan mataku, aku justru memilih pilihan terburuk.

"They curse him and call him a bad guy. They say that we will end easily" this part is mine too. Walaupun aku tau mereka bener, it's so hurt me. I'm hurt because they curse him. I still love him so much that day...

"I'm living with a glass heart. Because I don't know when it will break" Living like this is like hell. Seperti menunggu hukuman mati yang bisa datang kapan aja. Sebelum semuanya pecah berantakan, hatimu sudah berantakan duluan.

Aku bisa merasakan bahwa "aku" dalam lagu ini seperti aku setahun yang lalu. Mati-matian melindungi "apa yang tersisa" dengan segenap hati tapi akhirnya tetep hancur berantakan.

"Please don't tell me to break up or to end things with him"my mom always said that one day I should break up with him. It's so annoying...

"If you tell me to throw everything, to erase everything.. It's unfair to me!" It's exactly what I feel. And I said it to him, but he never listening to me. He just go away...

It's so funny, I remembered that day so clearly. Lebih mudah untuk mengingat kenangan buruk daripada kenagan indah? Walaupun ada hari-hari menyedihkan, ada juga hari-hari menyenangkan, tapi entah kenapa semua itu menguap entah kemana setelah mengalami semua kesakitan ini. 


Waktu suka sama lagu ini, aku belum baca liriknya. Setelah baca, aku jadi merasa berjodoh dengan lagu ini (lebay). Soalnya belum tau liriknya uda suka, eh ternyata liriknya malah sebegitu 'kena'nya....


Aku iseng-iseng cari MV nya, dan MV nya bener-bener bagus! Aduh, beneran suka (beberapa cuplikannya sudah aku upload di atas :p). Cerdas yang bikin script buat MV lagu ini. Ide nya briliant. They're really know how to tell the story from this song! Genius!! Aku suka cara mereka menggambarkan kisah lagunya. Cantik banget! Red gown. Woman dance under water. With bastard in white shirt. Aku suka chemistry dari pemeran cewek dan cowoknya. Mereka bercerita di dalam air. Aku ga tau apa istilah dari gerakan-gerakan di dalam air itu, apakah itu tarian? Atau ekpresi? Whatever, I love it so much!

"No, I know you're lying. We can never break up! How can you tell me to move? Let's not do this"

Intepretasi model ceweknya keliatan melalui tarian dan gerakan-gerakan di dalam air. Dia kaya berusaha menggapai "udara" dengan bergerak-gerak gelisah di dalam air. Kenapa di dalam air ya? Pertanyaan itu sempet mengganggu dan buat aku penasaran. Karena selain kedua model ini, penyanyi nya juga ikutan menggambarkan perasaan yang dialami si "aku" dalam lagu melalui gerak dan ekspresinya sendiri. Buat apa modelnya nari dalam air? Kalo menurutku air itu menggambarkan keadaan dan situasi yang ga mendukung. Jadi dia seperti sedang berjuang hidup di dalam air tapi bagaiamanpun juga itu bukan habitatnya untuk hidup, harapannya cuma satu, asalkan ada "dia" dalam keadaan itu untuk menenemani dan melindungi dia, dia ga peduli kalaupun harus sesak nafas dan menderita di dalam air. Tapi ternyata dia ikutan membuang dan meninggalkannya begitu aja, jadilah dia kehilangan kekuatan untuk bertahan. Dia kalah dengan keadaan yang menyiksa dia selama ini.

Gambarannya bagus banget ya :) Dalam lagu ini si "aku" ga dapet dukungan dari siapapun dalam hubungannya. Banyak orang menentang dan berharap dia putus. Keadaan seperti itu kaya neraka lho, semua orang berharap hal buruk terjadi. Air itu menggambarkan situasi hubungan keduanya. itu ssituasi yang sulit dan berat. Seandainya mereka bertahan, mereka pasti bisa bertahan dalam situasi sulit itu, tapi yang satu mempertahankan yang satu melepaskan, pada akhirnya keduanya kalah dalam situasi itu sendiri. 


Daebak! I love the concept! It's really deep! Kok bisa ya punya ide sebagus itu? Trus si cewek yang jadi modelnya itu siapa sih? Bagus banget dia geraknya di dalam air, kaya nari sungguhan, padahal pasti berat banget untuk bisa gerak-gerak seperti itu di air. Tapi dia lemes banget geraknya sama bener-bener gemulai. Yang jadi model cowoknya juga bagus, muka nya dingin (tapi ganteng) dan ekpresinya dapet banget! Orang Korea ini emang kreatif dan melankolis banget kalo urusan yang sedih-sedih begini... Two thumbs up!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...